Pemkab Kulon Progo gelar Festival Sepekan Bendung Kayangan pada tempat Glagah
Bisnis

Pemkab Kulon Progo gelar Festival Sepekan Bendung Kayangan di tempat Glagah

Melihat dari jenis kegiatan yang mana hal tersebut dilaksanakan, diharapkan ini dapat memberikan daya tarik sekaligus menjadi hiburan tersendiri bagi penduduk Kulon Progo.

Kulon Progo – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyelenggarakan Festival Sepekan Bendung Kayangan dalam area kawasan Plaza Kuliner Glagah untuk mendukung potensi pariwisata berbasis budaya lokal agar berkembang juga lebih tinggi tinggi dikenal luas.

Penjabat Bupati Kulon Progo Ni Made Dwipanti Indrayanti pada tempat Kulon Progo, Senin, mengatakan penyelenggaraan kegiatan seperti ini dalam rangka mengiklankan kesempatan wisata Kabupaten Kulon Progo sangat efektif kemudian efisien untuk menarik kunjungan wisatawan.

"Melihat dari jenis kegiatan yang tersebut mana dilaksanakan, diharapkan ini dapat memberikan daya tarik sekaligus menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat Kulon Progo," kata Ni Made.

Ia berharap kegiatan-kegiatan sejenis, yang dimaksud diselenggarakan oleh semua OPD mampu menjadi alat untuk menggali potensi-potensi yang digunakan dimaksud ada di tempat tempat Kulon Progo.

"Kita harapkan Kabupaten Kulon Progo mampu bersaing dengan daerah lain dengan kekhasannya serta nilai local product-nya yang yang disebut unggul," harap Ni Made.

Ni Made juga berharap seluruh pihak terkait dapat saling berkolaborasi memberikan dukungan penuh kepada potensi-potensi lokal Kulon Progo sesuai dengan porsi masing-masing untuk menggalakkan lebih besar tinggi jarak terpencil perkembangan pariwisata pada Kulon Progo.

"Kolaborasi ini untuk menggerakkan perkembangan pariwisata," katanya.

Sementara itu, Kepala Dispar Kulon Progo mengatakan kegiatan penampilan wisata budaya unggulan dari 24 desa wisata di area area Kulon Progo selama sepekan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Jadi Kulon Progo  sekaligus sebagai ajang pengembangan juga penawaran wisata Kulon Progo.

"Latar belakang kami, bahwa Desa-Desa Wisata pada Kulon Progo ini sudah sedemikian rupa tekad kemudian lalu semangatnya untuk membangun pariwisata Kulon Progo berbasis perkembangan pariwisata dengan pemberdayaan rakyat inilah yang tersebut digunakan ingin kami perkuat dalam tempat Kulon Progo," ungkap Joko.

Menurut Joko, melalui kegiatan ini juga ingin menunjukkan kesiapan serta juga seberapa sangat perkembangan desa-desa wisata yang dimaksud ada pada Kulon Progo.

"Sejauh mana desa wisata menerima kunjungan wisatawan utamanya dalam bentuk atraksi wisata budaya sesuai dengan visi "Pariwisata Kolaboratif Berbasis Budaya, Berkelanjutan serta Berkelas Dunia"," katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *