Simak 5 Jenis-Jenis Baterai Mobil Listrik dan Cara Merawatnya
Otomotif

Simak 5 Jenis-Jenis Baterai Mobil Listrik dan Cara Merawatnya

Baterai menjadi komponen utama yang digunakan pada mobil listrik. Komponen ini memiliki fungsi vital karena dipergunakan untuk menyimpan energi listrik agar mobil dapat beroperasi dengan baik. 

Produsen-produsen mobil listrik terbaik dunia diketahui menggunakan jenis baterai yang berbeda-beda. Keberagaman jenis baterai mobil listrik ini memiliki karakteristik sendiri yang berkaitan dengan performanya, baik dalam mengisi daya, mencapai jarak tempuh tertentu, hingga durasi masa pakai. 

Lantas, apa saja 5 jenis-jenis baterai mobil listrik? Simak penjelasannya berikut ini. 

Jenis-Jenis Baterai Mobil Listrik

1. Nickel Cadmium (Ni-Cd)

Baterai mobil Nickel Cadmium atau Ni-Cd ini memiliki banyak kelebihan. Salah satunya adalah durasi masa pakainya yang cukup lama, yakni 500 hingga 1.000 siklus pengisian daya karena memiliki kepadatan penyimpanan yang signifikan. Sayangnya, baterai jenis ini memiliki bobot cukup berat dan rentan terkena efek memori yang dapat mempengaruhi kinerjanya. 

Ni-Cd dulu banyak digunakan untuk kendaraan listrik pada tahun 1990-an, namun saat ini peredaran baterai ini dilarang karena memiliki tingkat toksisitas kadmium yang tinggi. 

2. Solid-State

Selanjutnya jenis baterai Solid-State, yakni jenis baterai yang mirip dengan lithium-ion tradisional namun cairan baterainya lebih padat. Baterai jenis ini memiliki mekanisme kerja menghilangkan elektrolit cair berat yang hidup dalam baterai lithium-ion dan sebagai gantinya menggunakan elektrolit padat. 

Solid-State sebenarnya bukan barang baru, pasalnya sejak bertahun-tahun yang lalu baterai ini sudah digunakan pada perangkat kesehatan seperti alat pacu jantung. Namun, baru-baru ini Solid-State digunakan dalam industri mobil. 

Dalam industri mobil, baterai Solid-State diklaim mampu menghemat kapasitas karena jejaknya lebih kecil dan kapasitasnya lebih besar. 

3. Lead Acid

Lead Acid adalah baterai yang sudah dikenal sejak lama. Keunggulan dari baterai ini adalah harganya lebih terjangkau dan memiliki tingkat keamanan yang tinggi. Sayangnya kapasitas yang dimiliki baterai ini cukup rendah dan bobotnya cukup besar. 

Kendati demikian, Lead Acid kini tengah dikembangkan menjadi lebih baik lagi dengan kapasitas yang lebih besar. Bahkan saat ini baterai jenis Lead Acid digunakan untuk kendaraan operasional dan berfungsi sebagai sistem penyimpanan sekunder. 

4. Nickel-Metal Hydride (NiMH)

Beralih ke jenis baterai selanjutnya yakni Nickel-Metal Hydride (NiMH). Seperti namanya, baterai ini menggunakan hidrogen untuk menyimpan energi dan nikel serta logam lain yang memiliki fungsi sebagai elektroda guna menjaga aliran ion hidrogen. 

NiMH sendiri paling banyak ditemui pada jenis mobil listrik hibrida (HEV) karena baterai tersebut tidak dapat melakukan pengisian daya dari sumber eksternal. 

Lalu dari mana baterai ini mendapatkan energi listrik? Proses pengisian daya pada baterai NiMH adalah menggunakan kecepatan mesin, pergerakan roda, dan pengereman regeneratif. 

Baterai mobil listrik jenis ini memiliki keunggulan masa pakainya yang lebih lama dibandingkan baterai lain dan mudah didaur ulang karena bahan beracunnya lebih sedikit. Namun di sisi lain baterai ini memiliki kelemahan yakni harganya yang mahal, tingkat pelepasan daya yang tinggi, dan mudah panas. 

5. Lithium-ion (Li-ion)

Baterai jenis ini tentunya sudah sangat familiar di kalangan masyarakat. Pasalnya, jenis baterai ini tidak hanya digunakan pada industri mobil saja namun juga industri elektronik lain, seperti baterai ponsel, laptop, kamera, hingga peralatan medis. 

Pada industri mobil sendiri baterai ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan, yakni ukurannya yang lebih besar. Meski demikian, Li-ion memiliki keunggulan seperti efisiensi energi yang tinggi dan dapat bekerja dengan baik pada suhu tinggi. 

Tidak hanya itu saja, Li-ion juga dapat diisi daya dengan cepat, memiliki kepadatan yang tinggi, dan bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama. Sayangnya, Li-ion harganya cukup mahal. 

Cara Merawat Baterai Mobil Listrik

Merawat baterai mobil listrik sangat penting untuk memastikan umur panjang dan kinerja optimalnya. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan :

1. Jaga Tingkat Pengisian Baterai

Hindari pengisian daya baterai sampai 100% atau pengosongan total (0%). Idealnya, usahakan untuk menjaga level pengisian antara 20% hingga 80%. Pengisian berlebihan atau pengosongan berulang dapat mempengaruhi kesehatan baterai dalam jangka panjang.

2. Gunakan Pengisian yang Tepat

Pengisian menggunakan charger yang direkomendasikan sangat penting. Pengisian cepat sesekali tidak masalah, tetapi pengisian lambat (AC) lebih baik untuk pemeliharaan jangka panjang. Hindari penggunaan charger yang tidak sesuai spesifikasi, karena bisa merusak baterai.

3. Parkir dengan Bijak

Saat parkir, usahakan untuk tidak menempatkan mobil di bawah sinar matahari langsung atau di tempat yang terlalu dingin. Tempat yang panas dapat mempengaruhi suhu baterai, dan dalam waktu lama, suhu yang tidak stabil dapat merusak komponen internal baterai.

4. Perhatikan Suhu Lingkungan

Baterai mobil listrik berfungsi terbaik pada suhu sedang. Hindari mengisi daya atau menyimpan mobil di tempat dengan suhu ekstrem (terlalu panas atau terlalu dingin). Suhu ekstrem dapat mempercepat degradasi baterai.

5. Lakukan Kalibrasi Secara Berkala

Beberapa kendaraan listrik memungkinkan kalibrasi baterai untuk memastikan pengukuran kapasitasnya akurat. Jika tersedia, lakukan kalibrasi baterai secara berkala untuk menjaga kinerja pengisian dan pengosongan daya.

6. Perawatan Rutin

Lakukan pemeriksaan rutin di bengkel untuk memastikan sistem baterai bekerja dengan baik. Sistem manajemen baterai yang rusak dapat mempengaruhi pengisian dan umur baterai. Pastikan kabel dan konektor tidak ada yang kendor atau berkarat.

Dengan merawat baterai secara baik, Anda tidak hanya dapat memperpanjang usia baterai, tetapi juga memastikan mobil listrik Anda tetap memiliki performa yang optimal.

Demikian pembahasan mengenai jenis-jenis baterai mobil listrik dan cara merawatnya. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *